Setelah listrik diturunkan tegangannya di gardu distribusi, energi listrik disalurkan ke pelanggan melalui JTR (Jaringan Tegangan Rendah) dan masuk ke bangunan melalui SR (Sambungan Rumah).
Tahap ini adalah bagian paling dekat dengan pengguna, sehingga faktor keselamatan manusia menjadi prioritas utama.
Kesalahan instalasi pada bagian ini sering menjadi penyebab:
Korsleting
Kebakaran rumah
Tegangan tidak stabil
Kerusakan peralatan elektronik
Karena itu pelaksanaan JTR dan SR harus mengikuti standar instalasi listrik yang ketat.
JTR adalah jaringan 380/220 Volt dari gardu distribusi menuju kelompok pelanggan.
Dilakukan perencanaan jalur kabel:
Sepanjang jalan lingkungan
Perumahan
Kawasan komersial
Area publik
Hal yang diperhatikan:
Jarak aman ke bangunan
Ketinggian kabel dari tanah
Hindari pohon dan balkon
Posisi tiang tidak mengganggu akses jalan
Peralatan utama:
Tiang beton/besi
Cross arm
Isolator tumpu
Anchor bracket
Penegang kabel
Jenis kabel umumnya:
LVTC (twisted cable)
NFA2X
ABC (Aerial Bundled Cable)
Proses:
Kabel ditarik menggunakan roller
Pengaturan kendor (sag)
Penjepitan pada isolator
Pengikatan ke tiang akhir
Kabel tidak boleh terlalu kencang atau terlalu kendur agar tidak putus atau turun melewati batas aman.
Beban pelanggan dibagi merata pada fasa R, S, dan T untuk:
Menjaga tegangan stabil
Menghindari ketidakseimbangan beban
Memperpanjang umur trafo
SR adalah sambungan dari JTR ke instalasi listrik pelanggan.
Kabel ditarik dari jaringan utama menuju bangunan pelanggan.
Komponen:
Kabel service drop
Klem sadel
Anchor rumah
Pipa pelindung masuk meter
Jalur kabel harus:
Tidak melewati atap seng tajam
Tidak dekat jendela
Tidak mudah disentuh
APP terdiri dari:
kWh meter
MCB pembatas
Box meter
Posisi pemasangan:
Mudah dibaca petugas
Tidak terkena hujan langsung
Ketinggian standar dari tanah
Tidak di dalam rumah
Dari MCB meter menuju panel rumah (PHB).
Dilakukan:
Penyambungan kabel fasa dan netral
Pemeriksaan polaritas
Pengencangan terminal
Setiap SR wajib memiliki pengaman:
MCB pembatas
Grounding rumah
Pengaman arus bocor (ELCB/RCD disarankan)
Grounding penting untuk:
Mencegah sengatan listrik
Mengalirkan arus bocor
Melindungi peralatan elektronik
Sebelum listrik dinyalakan dilakukan pemeriksaan:
Tegangan masuk
Polaritas fasa-netral
Kekencangan sambungan
Tidak ada kebocoran arus
Fungsi MCB
Setelah lolos pemeriksaan → listrik disambungkan ke pelanggan.