Gardu distribusi adalah titik penting dalam sistem tenaga listrik yang berfungsi menurunkan tegangan dari jaringan tegangan menengah (20 kV) menjadi tegangan rendah (380/220 V) sebelum disalurkan ke pelanggan. Keandalan listrik di suatu kawasan sangat bergantung pada kualitas instalasi gardu ini — baik dari sisi teknis, proteksi, maupun sistem pentanahan.
Instalasi gardu distribusi harus memenuhi standar keselamatan, kemudahan pemeliharaan, serta ketahanan terhadap gangguan listrik dan lingkungan.
Pemilihan lokasi gardu tidak boleh sembarangan. Gardu harus mudah diakses petugas, aman dari banjir, serta memiliki jarak aman terhadap bangunan sekitar.
Hal yang dipertimbangkan:
Dekat pusat beban
Tidak mengganggu lalu lintas
Tidak rawan banjir
Aman dari aktivitas manusia
Memenuhi jarak bebas keselamatan
Tersedia area kerja pemeliharaan
Jenis gardu yang dipilih biasanya:
Gardu tiang (cantol / portal)
Gardu beton (kios)
Gardu kompak (compact substation)
Setelah lokasi disetujui, dilakukan pekerjaan konstruksi dasar.
Meliputi:
Pondasi trafo
Dudukan panel LV
Pondasi tiang portal
Bak kabel
Saluran drainase
Pagar pengaman (untuk gardu kios)
Pondasi harus mampu menahan berat trafo yang bisa mencapai ratusan hingga ribuan kilogram.
Peralatan sisi 20 kV berfungsi sebagai proteksi utama sebelum energi masuk ke trafo.
Komponen yang dipasang:
Lightning arrester (pelindung petir)
Fuse Cut Out (pengaman hubung singkat)
Isolator
Konduktor penghubung
Saklar pemisah (bila diperlukan)
Urutan pemasangan sangat penting:
arrester → FCO → trafo
agar lonjakan tegangan tidak langsung masuk ke transformator.