Pelaksanaan JTM 20 kV (Jaringan Tegangan Menengah 20 Kilovolt)

29 April 2025 Admin

JTM 20 kV adalah jaringan distribusi listrik tegangan menengah yang berfungsi menyalurkan energi listrik dari gardu induk menuju gardu distribusi sebelum diturunkan menjadi tegangan rendah (380/220 V) untuk konsumen. Jaringan ini menjadi tulang punggung suplai listrik kawasan industri, perumahan, rumah sakit, hingga fasilitas publik.

Karena membawa energi listrik bertegangan tinggi, pelaksanaan pembangunan JTM 20 kV harus mengikuti standar teknis, keselamatan kerja, dan prosedur pengujian yang ketat.


1. Survey Lapangan & Perencanaan Jalur

Tahap awal adalah menentukan rute jaringan yang paling aman dan efisien.

Kegiatan yang dilakukan:

  • Survey topografi lokasi

  • Pengukuran jarak antar tiang

  • Penentuan titik gardu distribusi

  • Identifikasi crossing (jalan raya, sungai, rel kereta, bangunan)

  • Analisis clearance terhadap bangunan dan pepohonan

  • Penentuan tipe konstruksi tiang

Hasilnya berupa gambar rencana jalur (route plan) dan titik koordinat penanaman tiang.

Tujuan utama:
menghindari konflik lahan, meminimalkan gangguan lingkungan, dan memastikan standar jarak aman terpenuhi.


2. Pekerjaan Sipil (Civil Work)

Setelah jalur disetujui, dilanjutkan pekerjaan pondasi tiang.

Meliputi:

  • Penggalian lubang pondasi

  • Pemasangan angkur

  • Pengecoran pondasi (untuk tiang beton/steel pole)

  • Penanaman tiang

  • Pemasangan pondasi gardu portal / cantol

Kedalaman pondasi disesuaikan:

  • Jenis tanah

  • Tinggi tiang

  • Beban konduktor

  • Beban angin

Kesalahan pada tahap ini dapat menyebabkan tiang miring atau roboh saat beban konduktor dipasang.


3. Erection & Stringing (Pemasangan Tiang dan Konduktor)

Tahap utama pembangunan jaringan.

a. Pemasangan Perlengkapan Tiang

  • Cross arm

  • Isolator pin / suspension

  • Arrester

  • FCO (Fuse Cut Out)

  • LBS / ABS (switch pemutus)

  • Hardware dan aksesoris

b. Penarikan Konduktor

Konduktor biasanya menggunakan:

  • AAAC

  • ACSR

  • Covered conductor

Proses stringing meliputi:

  • Penarikan kabel menggunakan roller

  • Penyesuaian sag (kendor kabel)

  • Penjepitan pada isolator

  • Pengencangan sesuai tabel sag–tension

Sag sangat penting — terlalu kencang kabel bisa putus, terlalu kendur melanggar jarak aman.


4. Pemasangan Gardu Distribusi

Gardu distribusi berfungsi menurunkan tegangan dari 20 kV menjadi 400/230 V.

Komponen utama:

  • Trafo distribusi

  • Lightning arrester

  • FCO

  • Panel LV

  • Sistem grounding

Grounding gardu wajib memiliki tahanan rendah (umumnya ≤ 5 Ohm) untuk proteksi petir dan gangguan.


5. Pengujian & Commissioning

Sebelum dialiri listrik, dilakukan serangkaian pengujian:

Pengujian mekanis

  • Kekuatan tiang

  • Kekencangan baut

  • Ketinggian konduktor

Pengujian elektris

  • Insulation resistance test (megger)

  • Pengukuran tahanan grounding

  • Phasing test

  • Continuity test

  • Pemeriksaan jarak aman

Setelah lulus uji → dilakukan energize (penyalaan pertama).


6. Dokumentasi & As-Built

Setelah jaringan aktif:

  • Penggambaran jalur aktual

  • Nomor tiang

  • Kapasitas trafo

  • Titik koordinat

  • Data proteksi

Dokumen ini penting untuk operasi dan pemeliharaan jaringan di masa depan.

Share